BERBAGAI MACAM FENOMENA KEJAHATAN
TUGAS TPKI 4
Nama : HIKMATILLAH
Semester : IIIb
Nim : 2009.1047
Alamat
E-mail : hikmah8488@yahoo.com
Blog : http://www.hikamalfarizi.blogspot.com/
| F |
enomena kejahatan akhir-akhir ini terdengar jelas dan begitu lekat di telinga kita. Berbagai macam kejahatan yang marak terjadi di negara kita seperti : terorisme, pembunuhan, pelecehan, perampokan, dan lain sebagainya. Mungkin salah satu dari pemicunya adalah rendahnya kesadaran diri terhadap hal yang dapat merugikan orang lain, factor ekonomi yang semakin hari semakin sulit menyebabkan pelaku terjepit dan akhirnya melakukan hal-hal yang negative. Mudah terpengaruhi oleh pihak ke-3 yang secara tidak langsung menginginkan hancurnya satu negara, terutama negara Indonesia yang notabenenya merupakan negara yang bermayoritas muslim terbesar di dunia. Dengan di iming-imingi uang dan harta benda yang menggiurkan langsung saja manusia itu khilaf dan jatuh terjerumus pada jurang kesesatan.
Jika kita amati sebagian besar para pelaku terorisme dan tindak kejahatan selama ini merupakan orang Islam. Padahal dalam Islam tindakan apapun yang dapat merugikan orang lain itu merupakan perbuatan buruk yang di larang agama, bahkan mungkin saja bisa menjadi dosa. Sebut saja salah satu contoh pandangan para teroris yang mengatakan bahwa berjihad di jalan Allah dengan melakukan bom bunuh diri adalah tindakan yang mulia dan dapat masuk surga. Ini merupakan pemikiran jangka pendek dan salah langkah. Jika kita lihat dari sisi lain, malah sangat banyak merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Banyak berjatuhan korban muslim maupun nonmuslim. Kerugian yang mencapai ratusan juta dan tragisnya, ini adalah proses bunuh diri secara tidak langsung yang sebenarnya sangat ditentang sekali oleh agama, terutama Islam. ( Naudzubillahi min dzalika ).
Adapun pemicu yang lainnya yaitu, pemerintah yang kurang tegas menanggapi masalah ini dengan serius dan terlalu menganggap sepele hal ini. Bahkan mungkin dipandang sebelah mata saja. Sehingga tindak kejahatan yang semakin hari semakin marak ini menjadi tidak teratasi dengan baik dan di rasakan sebagai hal yang lumrah terjadi.
Kesadaran pribadi yang sangat minim menyebabkan segala sesuatu yang dahulu dianggap tabu,menjadi hal-hal yang biasa saja bahkan lumrah terjadi. Hal seperti ini yang biasanya kita anggap sebagai hal kecil, merupakan fakta bahwa masyarakat luas hanya menyaksikan tanpa ada tindak pencegahan yang super ketat. Tindak ini di ambil tentunya untuk mengantisipasi agar berbagai tindak kejahatan menjadi terminimalisir. Dan bahkan para pelaku tindak criminal tersebut berjanji tidak akan mengulang hal serupa seperti yang telah di sebutkan tadi. Tentu saja dengan beberapa hukuman yang pantas dan setimpal. Misalnya saja para pelaku pembunuhan,mereka telah merenggut nyawa seseorang hukuman yang mesti ia terimapun adalah menghilangkan nyawa si pelaku pembunuhan tersebut.
Meskipun berbagai cara telah di lakukan untuk mengatasi tindakan criminal yang sedang kita hadapi saat ini,misalnya saja pengerahan pasukan brimob untuk menangkap para pelaku criminal (teroris).tapi tetap saja para teroris itu malah terlihat tidak ada rasa takut terhadap brimob dan malah sengaja melakukan perlawanan secara tersembunyi. Faktanya penangkapan teroris malah mengakibatkan baku hantam senjata dan pihak pasukan keamanan/polisi pun malah ada beberapa orang yang terluka. Seperti hal nya perburuan yang sedang dilakukan aparat keamanan beberapa hari yang lalu menewaskan 2 orang teroris, di ikuti keterangan para saksi lain menyatakan bahwa sebagian dari teroris tersebut menyerahkan diri.
Pihak kepolisian harus lebih waspada terhadap para teroris karena menurut keterangan Wakapolda Sumut Brigjen Syafrudin sebagai ketua tim penanganan kasus ini, masih ada sekitar 6 teroris yang masih berkeliaran di wilayah sumut tersebut. Dengan tewasnya 2 orang dan satu orang lainnya menyerahkan diri, masih ada 3 orang tersisa dalam pengejaran. Berbagai kendala telah dihadapi pihak kepolisian termasuk berusaha mengatasi warga setempat untuk menjauhkan diri dari tempat kejadian. Pihak kepolisian sempat mengosongkan senjata dan mudur sejenak untuk melakukan operasi penyisiran warga yang masih saja berada dekat tempat kejadian dan memastikan tidak ada korban selanjutnya.
Selang beberapa hari dari tertangkapnya beberapa teroris yang di buru para pihak kepolisian di Dolok Masihul Serdang Bedagai, akhirnya satu orang terorispun berhasil di tangkap dalam keadaan hidup. Dia bernama Abdul Ghani Siregar. Pria ini di temukan dalam kondisi lemas di salah satu kawasan perkebunan di Dolok Masihul. Diduga dia mengalami dehidrasi dan kelaparan setelah dikepung polisi selama 2 hari di kawasan itu. Kemudian ghani di bawa ke RS bhayangkara Medan di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.
Maraknya kejahatan yang telah terjadi di negara kita ini, tentunya saja mengetuk hati kita untuk memikirkan berbagai macam cara untuk menanggulangi tindak kejahatan yang selama ini membebeni fikiran kita, disebab oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tentunya perlu adanya dukungan dari berbagai pihak diantaranya: para pemuka agama, tenaga pendidik, pemerintah dan masyarakat. Pihak ini diharapkan dapat ikut serta dalam membina, mendidik, memberikan pemahaman yang benar, memberikan motivasi positif, dan mengalihkan sudut pandang yang salah menuju pada kebenaran. Karena pada dasarnya manusia dilahirkan secara fitrah, artinya suci tanpa ada setitik nodapun yang ada pada diri masing-masing. Mungkin karena pemahaman yang salah akibat dari pergaulan yang tanpa ada batasan tertentu, akhirnya menyebabkan seseorang jadi salah arahdan tujuan. Tak luput dari itu pemerintah mestinya memperhatikan dalam peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Faktor ekonomi yang semakin hari semakin memburuk mengundang seseorang yang menghadapi pelik kehidupan ekonominya untuk berontak dan berbuat hal-hal yang menghalalkan berbagai macam cara untuk mengatasi kasulitannya itu. Kemiskinan, pengangguran,kurangnya pendidikan, kecemburuan social, merupakan hal yang dapat mengundang tindak kejahatan.
Melihat dari peliknya persoalan yang kita hadapi saat ini, terutama tindak kejahatan yang terjadi dimana-mana dan terjadi berulang-ulang kali, sepatutnya pemerintah mengambil tidak tegas. Misalnya untuk mengatasi tindak kajahatan dikarenakan factor ekonomi, maka pemerintah seharusnya membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, sehingga tidak ada tersisa satupun pengagngguran. Untuk mengatasi rendahnya pendidikan, maka pemerintah membangun sekolah-sekolah bebas biaya (gratis) bila perlu sampai menduduki bangku kuliahan. Karena pendidikan sangat perlu sekali bagi pribadi seseorang agar dapat terus berfikir positif dan berada pada jalan yang lurus tanpa terpengaruhi pihak manapun yang dapat menyesatkan dan merugikan pribadinya.
Harapan kami, mudah-mudahan negara kita Indonesia menjadi negara yang maju, damai, dan aman. Segala hal yang berbau kejahatan seperti terorisme, pembunuhan, pelecehan, fitnah dan sebagainya dapat berakhir dan terhapuskan. Keamanan negarapun ikut di tingkatkan untuk kesejahteraan warga Negara khususnya Indonesia. { Dikutip dari harian kompas, www.kompas.com }
